Alumni TH Jadi Penyuluh Agama Islam Teladan Nasional

ihsanDapat berprestasi di tingkat nasional tak terlintas dibenak Ihsan Faisal. Alumni Tafsir Hadits (TH) Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung tahun 2002 ini menjadi Penyuluh Agama Islam Teladan dan meraih juara I mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi Jawa Barat, sampai Nasional pada tahun 2010.

 

Bekal di bangku kuliah TH sangat bermanfaat dan  mengantarkannya menjadi seorang Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Bandung. Kuatnya keinginan untuk mendalami sumber ajaran  Islam yang mendasar membuat pria kelahiran Tasikmalaya tanggal 4 Juni 1979 menjatuhkan pilihanya pada jurusan TH. “Saya memilih TH dikarenakan keinginan kuat untuk lebih mendalami sumber ajaran  Islam yang mendasar. Logikanya, ketika bisa menguasai sumber pokok ajaran agama maka cabang-cabang keilmuan yang lainnya mudah-mudahan bisa dikuasai atau dikembangkan dengan sendirinya. Saya yakin dengan keilmuan TH / ushuluddin bisa diaplikasikan dalam segala bidang, yang sifatnya teoritik maupun aplikatif,” tutur pengurus Seksi Fatwa & Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kec. Rancabali periode 2005-2010 ini.

 

Selama kuliah dari tahun 1997-2002, kata Sekretaris Umum LPTQ Kec. Rancabali periode 2006-2009 ini menuturkan “aktif di HMJ Tafsir Hadits, sampai HMJ TH pernah berubah menjadi ReMa (Republik Mahasiswa) TH. SMF Ushuluddin, Presidium FKMTHI (Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits Indonesia), LDM (Lembaga Dakwah Mahasiswa), GPMI (Gerakan Persatuan Mahasiswa Islam), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam),” jelas Sekretaris Dai Kamtibmas Kabupaten Bandung periode 2010-2015.

 

Setelah beres S1 dari TH, meneruskan dan mengasuh anak-anak di Madrasah Diniyah, Majelis Ta’lim, merbot Masjid. “Pada akhirnya bisa ikut test CPNS di Depag Kab Bandung menjadi Penyuluh Agama Islam sampai sekarang,” tegas penulis buku Menggugat Eksistensi Sanad Hadits.

 

Untuk urusan mencari ilmu pada jenjang pendidikan formal jangan diragukan lagi. Meskipun sebuk dengan segala kegiatannya, tapi masih bisa melanjutkan S2 UIN SGD Bandung dengan jurusan Ilmu Hadits pada 2006 sampai 2008) dan melanjutkan lagi S3 masih di UIN SGD Bandung dengan konsentrasi Hukum Islam dari 2009 sampai sekarang. “Alhamdulillah sekarang jadi Kandidat Doktor Hukum Islam,” terang Sekretaris Umum Pokjaluh Prov. Jawa Barat periode 2012-2016 ini.

 

Diakuinya, “mengenai materi kejurusanan, terutama TH sangat mendukung sekali dengan profesi saat ini sebagai Penyuluh Agama Islam karena hal tersebut berkait erat dengan kondisi riil masyarakat,” tutut dosen PAI  Poltek TEDC Bandung.

 

“Keaktifan sewaktu kuliah dan organisasi kemahasiswaan juga menjadi bekal untuk diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat. Strategi dan materi bimbingan kepada masyarakat dirasa linier dengan kejurusanan. Pada tahun 2010 ikut pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan dan alhamdulillah meraih predikat juara I tingkat Kab. Bandung, juara I tingkat Provinsi Jawa Barat, sampai juara I tingkat Nasional di Jakarta,” ungkap penulis buku Pedoman Teknis Kepenyuluhan.

 

Penulis buku Pedoman PAI Non PNS berpesan kepada mahasiswa TH, “Untuk semaksimal mungkin menggali seluruh keilmuan yang ada, terutama materi kejurusanan dan ambil salah satu yang menjadi fokus keilmuan supaya menjadi expert di bidangnya. Syukur-syukur tidak hanya satu dan untuk mahasiswa ushuludin pada umumnya menguasai ilmu ushuludin, dunia akan semakin terbuka lebar weltanchaung kita akan semakin cerah,” kata kolomnis di Republika, Ummi, Saksi, Galamedia, Suaka, Media Pembinaan, Buletin Nurul Falah, Buletin Penamas, jurnal BDK Bandung ini.

 

Penulis buku Manajemen Ta’mir Masjid berhapan Ushuluddin ke depan, “Semoga semakin maju dan berkembang ‘ala kulli haal. Selain itu juga harus tetap memiliki karakter dasar pemikiran Islamnya yang original. Menjadi etalase UIN SGD sepanjang masa,” pungkasnya. [Ibn Ghifarie]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>